 Assalamu'alaykum warahmatulLahi wabarakatuhu, Salah satu dari 12 orang Indonesia yang ada di armada Freedom Flotilla adalah Santi Soekanto. Ia mantan wartawati harian the Jakarta Post, sempat menjadi konsultan media bagi WHO Jakarta, kemudian memutuskan menjadi ibu rumah tangga sepenuhnya. Suaminya, Wisnu Pramudya, juga ada di atas kapal. Wisnu juga wartawan, sempat memimpin majalah Hidayatullah. Kemarin, Santi mengirim email ini pada saya. Isinya menyentuh. Saya teruskan pada kawan-kawan, semoga juga bisa bermanfaat. Silakan teruskan pada kawan-kawan lain. Sampai saat mengirim email ini, saya belum tahu kabar mereka dan 10 orang Indonesia lain (selain Santi dan Wisnu, ada juga M. Yasin/ TV One, Surya Fachrizal/ majalah Hidayatullah, Ferry Nur/ Komite Indonesia untuk Solidaritas Palestina, tiga orang dari MER-C, sisanya saya belum tahu). Mohon terus doakan mereka. Salam, -- Tomi Satryatomo skype: tomi.satryatomo From: Santi Soekanto Sent: Sunday, May 30, 2010 8:47 AM To: Tomi Satryatomo; Tomi Satryatomo Subject: Just sharıng - Gaza Tidak Membutuhkanmu Gaza Tidak Membutuhkanmu! Di atas M/S Mavi Marmara, di Laut Tengah, 180 mil dari Pantai Gaza.Sudah lebih dari 24 jam berlalu sejak kapal ini berhenti bergerak karena sejumlah alasan, terutama menanti datangnya sebuah lagi kapal dari Irlandia dan datangnya sejumlah anggota parlemen beberapa negara Eropa yang akan ikut dalam kafilah Freedom Flotilla menuju Gaza. Kami masih menanti, masih tidak pasti, sementara berita berbagai ancaman Israel berseliweran. Ada banyak cara untuk melewatkan waktu – banyak di antara kami yang membaca Al-Quran, berzikir atau membaca. Ada yang sibuk mengadakan halaqah. Beyza Akturk dari Turki mengadakan kelas kursus bahasa Arab untuk peserta Muslimah Turki. Senan Mohammed dari Kuwait mengundang seorang ahli hadist, Dr Usama Al-Kandari, untuk memberikan kelas Hadits Arbain an-Nawawiyah secara singkat dan berjanji bahwa para peserta akan mendapat sertifikat. Wartawan sibuk sendiri, para aktivis – terutama veteran perjalanan-perjalanan ke Gaza sebelumnya – mondar-mandir; ada yang petantang-petenteng memasuki ruang media sambil menyatakan bahwa dia “tangan kanan” seorang politisi Inggris yang pernah menjadi motor salah satu konvoi ke Gaza. ActivismAda begitu banyak activism, heroism…Bahkan ada seorang peserta kafilah yangmengenakan T-Shirt yang di bagian dadanya bertuliskan “Heroes of Islam” alias “Para Pahlawan Islam.” Di sinilah terasa sungguh betapa pentingnya menjaga integritas niat agar selalu lurus karena Allah Ta’ala. Yang wartawan sering merasa hebat dan powerful karena mendapat perlakuan khusus berupa akses komunikasi dengan dunia luar sementara para peserta lain tidak. Yang berposisi penting di negeri asal, misalnya anggota parlemen atau pengusaha, mungkin merasa diri penting karena sumbangan material yang besar terhadap Gaza. Kalau dibiarkan riya’ akan menyelusup, na’udzubillahi min dzaalik, dan semua kerja keras ini bukan saja akan kehilangan makna bagaikan buih air laut yang terhempas ke pantai, tapi bahkan menjadi lebih hina karena menjadi sumber amarah Allah Ta’ala. MengeremDari waktu ke waktu, ketika kesibukan dan kegelisahan memikirkan pekejaan menyita kesempatan untuk duduk merenung dan tafakkur, sungguh perlu bagiku untuk mengerem dan mengingatkan diri sendiri. Apa yang kau lakukan Santi? Untuk apa kau lakukan ini Santi? Tidakkah seharusnya kau berlindung kepada Allah dari ketidak-ikhlasan dan riya’? Kau pernah berada dalam situasi ketika orang menganggapmu berharga, ucapanmu patut didengar, hanya karena posisimu di sebuah penerbitan? And where did that lead you? Had that situation led you to Allah, to Allah’s blessing and pleasure, or had all those times brought you Allah’s anger and displeasure? Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, sungguh banyak orang yang jauh lebih layak dihargai oleh seisi dunia di sini. Mulai dari Presiden IHH Fahmi Bulent Yildirim sampai seorang Muslimah muda pendiam dan shalihah yang tidak banyak berbicara selain sibuk membantu agar kawan-kawannya mendapat sarapan, makan siang dan malam pada waktunya… Dari para ‘ulama terkemuka di atas kapal ini, sampai beberapa pria ikhlas yang tanpa banyak bicara sibuk membersihkan bekas puntung rokok sejumlah perokok ndableg. Kalau hanya sekedar penghargaan manusia yang kubutuhkan di sini, Subhanallah, di tempat ini juga ada orang-orang terkenal yang petantang-petenteng karena ketenaran mereka. Semua berteriak, “Untuk Gaza!” namun siapakah di antara mereka yang teriakannya memenangkan ridha Allah? Hanya Allah yang tahu. Gaza Tak Butuh AkuDari waktu ke waktu, aku perlu memperingatkan diriku bahwa Al-Quds tidak membutuhkan aku. Gaza tidak membutuhkan aku. Palestina tidak membutuhkan aku. Masjidil Aqsha milik Allah dan hanya membutuhkan pertolongan Allah. Gaza hanya butuh Allah. Palestina hanya membutuhkan Allah. Bila Allah mau, sungguh mudah bagiNya untuk saat ini juga, detik ini juga, membebaskan Masjidil Aqsha. Membebaskan Gaza dan seluruh Palestina. Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds. Sungguh mudah menjeritkan slogan-slogan, Bir ruh, bid dam, nafdika ya Aqsha… Bir ruh bid dam, nafdika ya Gaza! Namun sungguh sulit memelihara kesamaan antara seruan lisan dengan seruan hati. Cara Allah MengingatkanAku berusaha mengingatkan diriku selalu. Namun Allah selalu punya cara terbaik untuk mengingatkan aku. Pagi ini aku ke kamar mandi untuk membersihkan diri sekedarnya – karena tak mungkin mandi di tempat dengan air terbatas seperti ini, betapa pun gerah dan bau asemnya tubuhku. Begitu masuk ke salah satu bilik, ternyata toilet jongkok yang dioperasikan dengan sistem vacuum seperti di pesawat itu dalam keadaan mampheeeeet karena ada dua potongan kuning coklaaat…menyumbat lubangnya! Apa yang harus kulakukan? Masih ada satu bilik dengan toilet yang berfungsi, namun kalau kulakukan itu, alangkah tak bertanggung-jawabnya aku rasanya? Kalau aku mengajarkan kepada anak-anak bahwa apa pun yang kita lakukan untuk membantu mereka yang fii sabilillah akan dihitung sebagai amal fii sabilillah, maka bukankah sekarang waktunya aku melaksanakan apa yang kuceramahkan? Entah berapa kali kutekan tombol flush, tak berhasil. Kotoran itu ndableg bertahan di situ. Kukosongkan sebuah keranjang sampah dan kuisi dengan air sebanyak mungkin – sesuatu yang sebenarnya terlarang karena semua peserta kafilah sudah diperingatkan untuk menghemat air – lalu kusiramkan ke toilet. Masih ndableg. Kucoba lagi menyiram… Masih ndableg. Tidak ada cara lain. Aku harus menggunakan tanganku sendiri… Kubungkus tanganku dengan tas plastik. Kupencet sekali lagi tombol flush. Sambil sedikit melengos dan menahan nafas, kudorong tangan kiriku ke lubang toilet… Blus! Si kotoran ndableg itu pun hilang disedot pipa entah kemana… Lebih dari 10 menit kemudian kupakai untuk membersihkan diriku sebaik mungkin sebelum kembali ke ruang perempuan, namun tetap saja aku merasa tak bersih. Bukan di badan, mungkin, tapi di pikiranku, di jiwaku. Ada peringatan Allah di dalam kejadian tadi – agar aku berendah-hati, agar aku ingat bahwa sehebat dan sepenting apa pun tampaknya tugas dan pekerjaanku, bila kulakukan tanpa keikhlasan, maka tak ada artinya atau bahkan lebih hina daripada mendorong kotoran ndableg tadi. Allahumaj’alni minat tawwabiin… Allahumaj’alni minal mutatahirin… Allahumaj’alni min ibadikas-salihin… 29 Mei 2010, 22:20 Santi Soekanto Ibu rumah tangga dan wartawan yang ikut dalam kafilah Freedom Flotilla to Gaza Mei 2010.  | Kini semuanya terserah Allah...Hanya Dia Yang Menentukan hancur tidaknya segala sesuatu.
Saya setuju..
Gaza Tidak Butuh Kita! dan semoga misi kemanusiaan ini bisa selamat sampai di Gaza..
Sudah terkuak didepan mata kok siapa yang baik dan siapa yang jahat, dan imbasnya pasti kan kena kepada komunitas Yahudi dimanapun yang berkait dengan Israel |
 | he'eh.. gaza tak membutuhkan kita...
tapi justru kitalah yang mebutuhkannya |
 | ALLOH, tolong GAZA dikala kami tak mampu menolongnya. |
 | ti2n wrote on May 31, '10 subhanallah... tulisan yg begitu menyentuh. smoga keikhlasan beliau mendapat imbalan setimpal dari Allah. amiinn |
 | Subhanallah.. termakasih telah share ya :) |
 | :(( sedih bacanya.. merinding membayangkan perjuangan mereka....
semoga Allah selalu memberikan kasih sayang pada mereka |
 | Merinding, Mas... TFS. Kalau ada email lagi dari beliau, toong dishare lagi ya, Mas. |
 | semoga Allah selalu bersama Ibu Santi dan rombongan Flotilla to Gaza |
 | niwanda wrote on May 31, '10, edited on May 31, '10 TFS, Pak... Subhanallah... walau pasti tebersit rasa sedih karena adanya serangan itu... |
 | Semoga Allah melindungi dan menolong saudara-saudara kita yg ada disana dgn rahmatNya. Aamiin. |
 | semoga mbak santi selalu dalam lindunganNya dan tetap lurus niat dan ikhlas menjalankan tugas ... |
 | Ya Allah Engkau Maha Besar.......Lindungilah mereka yang sedang dalam marabahaya dan memperjuangkan agama-Mu.......Amin Ya Robbal Alamin..... |
 | izin reshare postingannya syukron...
Semoga kita semua termasuk golongan orang yang menjaga niat hanya padaNya. Aamiin |
Comment deleted at the request of the author.
 | dahsyat a.. salam tuk teh santinya.. innallaha ma'ana |
 | izin saya link di multiply saya, pak :)
semoga Alloh melindungi mereka...amin |
 | sedìh & merinding bacanya. Semoga Allah melindungi saudara2 kita.. TFS.. |
 | ijin share pak jazakallah khoir |
 | subhanaLlah...membaca ini serasa daku bertemu langsung denganmu mbakku sayang, terus terang saya sangat merindukanmu mba Santi, saya tak pernah meragukanmu, karena kau memang sosok muslimah yang sejati, selam 2 tahun kita bertetangga kau sangat menunjukkan dan memberikan teladan bagaimana menjadi tetangga yang baik jadi tak heran apa yg mbak lakukan disana..subhanaLlah...
terimakasih mas sudah memuat tulisan beliau disini,terus terang sudah lama saya mencari jejak beliau...semoga Allah selalu melindungi mbak santi dan keluarga ..amiin |
Comment deleted at the request of the author.
 | subhanallah..semoga Allah menjaga keikhlasan kita... izin share ya Pak.. |
 | semoga para pembaca ini menyebarkan info ini ke pelosok dunia online. Agar ada gerakan sistemik di dunia online yg di follow di dunia nyata. Yg bisa beragam bahasa dunia, mohon tulis dalam bergaam bhs dunia. |
 | Subhanallah...
Semoga Allah menolong mujahidin palestina dan para "pejuang" palestina, apapun yang mereka kerjakan dengan penuh kesungguhan dan keikhlasan.. *salam utk mbak Santi, kangen sapaan beliau.. |
 | doa kami bersama saudaraku semua...Allah bersama para mujahdNya. |
 | wisat wrote on May 31, '10 Kalau ada email lagi dari beliau, toong dishare lagi ya, Mas.  Setelah email ini, saya masih sempat bertukar kabar lagi, tapi lebih tentang saran untuk live update melalui twitter. Setelah itu, tak ada kabar lagi.
Mohon doa yang terbaik bagi Santi, Wisnu, Ferry Nur, M. Yasin, dan sahabat-sahabat lain di Freedom Flotilla.
Semoga Allah memuliakan mereka dalam ikhtiar ikhlas mereka membantu perjuangan kemerdekaan bangsa Palestina. |
 | etika wrote on May 31, '10 |
 | TFS...
Semoga Allah selalu memberikan yang terbaik untuk kita semua... Allahumma Amiin... |
 | Allah bersama kalian saudara-saudaraku. |
 | wisat wrote on May 31, '10 @all: silakan share. Kalau perlu copy-paste silakan. Mohon pastikan untuk memuat email mbak Santi dengan utuh. |
 | T_T masyaAllah,.. subhanallah,.. smoga Allah meridhoi kita semua,.. aaamiiinnn |
 | izin share utuh di FB saya, mas Tomi, komplit dari awal-akhir dan link MPnya |
 | Allah... *spechless
tak tau harus komentar apa... hanya bisa berdo'a T____________________T |
 | ijin copas ya om... suwun,..^_^ |
 | Ya Alloh, tolonglah kaum Muslimin untuk membebaskan Palestina dari Zionist Israel. Ingatkanlah dan sadarkanlah kami jika Engkau belum menolong Palestina karena kemaksiatan yang kami lakukan...... |
| Semoga mereka semua dalam lindungan Allah SWT, amin..trims sharingnya mas Tomi.. |
 | semoga Allah melindungi mba santi dan kru flotilla..amiin.. |
 | Semoga Allah melindungi kalian sodara2ku. Amin |
 | fanyf wrote on May 31, '10 |
 | mohon ijin copas ya mas.. |
 | yaa Allah, hanya kepadaMu-lah kami berserah diri... tiada daya upaya selain dariMu yaa Rabb |
 | Ya Allah... TFS mas, ijin share juga... |
 | Ngga tahu mesti komentar apa lagi... Allah bersama kalian... |
 | Subhanallah, semoga diberi kekuatan, kesabaran & keselamatan. Amin |
 | Tulisan yang sangat menyentuh, sangat menggetarkan.. Semoga tim kemanusiaan ini diberikan kekuatan dan keselamatan oleh Allah SWT. Amiin. Allahu Akbar ! |
 | subhanallah...diingatkan kembali tentang berjuang, tentang ikhlas, tentang cinta kepada Allah tanpa noda riya. Jazakallah khair...
Semoga senantiasa Allah berikan perlindungan dan pertolongan... |
 | Sungguh ini merupakan jihad fisabillah.. Smga kt selalu dalam lindungan-NYA |
 | Subhanallah....ijin copas pak... |
 | semoga ALLAH SWT melindungi seluruh penumpang dan awak kapal nya... sungguh ALLAH Maha Pelindung dan Maha Kuasa... |
 | Semoga Allah melindungi saudara2 kita yang membantu Gaza...
|
 | Allah Akbar !, semoga Allah mengabulkan keinginan ukhtifillah. ijin share. |
Comment deleted at the request of the author.
 | Ya Allah mohon KAU berikan keselamatan juga perlindunganmu kepada rekan2 kami ini Ya Allah.... |
 | Semoga marah & doa kaum muslimin diijabah oleh Allah Sang Maha Perkasa..dan segera mengahncurkan Israel si bangsa terkutuk..juga bagi mereka yg mendukung Israel.. |
 | wikan wrote on May 31, '10 |
 | terima kasih mas, saya copas ya. merinding... |
 | subhanallah..subhanallah..subhanallah |
 | Ijin share..terimakasih sebelumnya Mas.. |
 | Mas Tomi Wisatria, boleh saya share tulisan ini di rubrik Warga Menulis ACEHKITA.COM? Ini tulisan yang menyentuh. Semoga Allah menyelamatkan mereka. Amin ya rabbal 'alamin. |
 | turut mendoakan semoga mb Santi dan semua yg ada di kapal tsb selalu dalam lindungan Allah ...amin |
 | Turut mendoakan perjuangan saudara-saudara kami di sana...
semoga Allah senantiasa luruskan niatnya... sempurna kan ikhtiarnya... mencapai hidup mulia atau mati sebagai syuhada.
|
 | Subhanallah.... Membaca surat itu tiba2 aku merasa tubuhku menciut, mengapung dn melayang-layang, hilang bentuk, disergap rasa malu yang telak... Apa yg kau lakukan ade? Thanks for sharing mas Tomy.. Semoga para Palestina dn relawannya diselamatkan... |
 | Ijin share.makasih sebelumnya
|
 | Subhanallah . . . . .
Semoga apa yg dilakukan saudara-saudara kita di bernilai ibadah disisiNya...
|
 | Subhanallah . . . . .
Semoga apa yg dilakukan saudara-saudara kita di bernilai ibadah disisiNya...
|
 | Subhanallah . . . . .
Semoga apa yg dilakukan saudara-saudara kita di bernilai ibadah disisiNya...
|
 | Mas aku coba share di Facebook ya Linknya.. bagus sekali ..semoga teman teman wanita muslim lainnya bisa ikut belajar dari berita email ini |
 | 33tri wrote on May 31, '10 Terimakasih telah share email ini untuk kami..., cuma Tuhan yang bisa menilai keikhlasan kita ..., smoga kita smua tetap dalam Ridho Nya... |
 | wisat wrote on May 31, '10 boleh saya share tulisan ini di rubrik Warga Menulis ACEHKITA.COM?  Silakan.. Semoga bermanfaat.
Nama saya: Tomi Satryatomo |
 | etax wrote on May 31, '10 maap..minta izin dishare di fb ya pak Tomi:) |
 | Subhanallah, semogaKesadaran manusiawi kita muncul dengan tulisan mengharukan ini. dan menanata diri untuk menempuh hidup semata-mata karenaNya bukan karena kita dan "kebesaran" kita. Semoga Allah menerima Pengorbanan,perjuangan dan keikhasan saudara-saudara kami... Allahu akbar!!!! |
 | tulisan yg sangat menyentuh. semoga mbak shanti dkk, selalu dalam lindunganNya.
mohon ijin copy paste juga ya mas tomy.
|
 | mbak santi dan suami, serta semua relawan lainnya semoga mendpt lindungan Allah swt... miss u mbak.... |
 | ijin copy paste ya pak tomy :) |
 | Sepakat, bukan Gaza yang membutuhkan kita, tetapi kitalah yang membutuhkan Gaza untuk semakin mendekatkan diri kepada Sang Pemilik Gaza... semoga Allah menguatkan Mbak Santi dan teman-teman yang di sana ... (kapan ya, saya bisa seperti mereka?) |
 | ijin share di fesbuk ya,,,, jazk |
 | subhanallah, izin share ya |
 | odjak wrote on May 31, '10 Ya ALLAH Ya ALLAH Ya ALLAH tolonglah GAZA |
 | inspiratif sekali, kadang tipis beda antara ikhlas dan Riya |
 | Mudah-mudahan Allah terima... |
 | Salam, Terimakasih, Mas. Maaf, terjadi kesalahan penulisan nama.. :) |
 | speechless... merasa seperti "ditampar" oleh Allah SWT...karena selama ini ga pernah kepikiran kalo kita tuh yang butuh bukan mereka yg butuh kita...astagfirullahal'azim...thanx udah share... |
 | aji16 wrote on Jun 1, '10 tfs mas
ijin copas ke email kantor |
 | semoga mbak santi dilindungi allah |
 | mas tomi, saya juga izin share yah... *udah kadung share di FB sih :d |
 | izin share di fb yaa .. Subhanallah T__T |
 | mas tomi ... saya minta ijin share ya . semoga Allah memberikan yg terbaik untuk kita semua . |
 | Subhanallah33! Allahuakbar33x! Sebuah pelajaran dari Allah Swt. yang begitu berharga tentang anugerah kehidupan, tentang kebersahajaan, tentang memanfaatkan waktu, tentang keikhlasan, dan .... tentang niat. |
 | rahmaendra wrote on Jun 2, '10, edited on Jun 2, '10 wah! ternyata orisinalnya dikirim ke bapak toh, saya baca di milis, dari detik, saya post di MP saya juga (sekalian izin nih). TFS pak. Semoga kita semua sll dalam lindungan Allah. Salam kenal ya Pak. |
 | subhanallah, doa dan alfatihah utk para sdr ku yg jihad dan palestina...saya izin copas di FB ya mas..juga di link blog, utk pelajaran bagi kita..semoga mbak santi di lindunginya..memang kita yg butuh Palestina... ini blog saya yg update: http://putirenobaiak.wordpress.com/ |
 | Ya Allah, berikan keteguhan hati kepada sudara-saudaraku. Bagaimanapun, di tengah peradaban yang munafik ini harus tetap ada orang waras yang berkata LAWAN ! |
 | Subhanallah... tulisan yang sarat makna... serasa menyentak ubun-ubunku kala usai membacanya.. terima kasih bunda... mas Tomo... terima kasih.. dan izin share juga tulisan ini pada yang lain |
 | Gaza... Gaza.... Gaza milik Allah.... Hanya kepadanyalah Qta memohon agar Gaza tetap dalam lindunganX... Untuk itu mari Qta doakan agar Saudara Qta yg relawan sejati maupun rakyat palaestina untuk mempertahankan Gaza dari tangan orang2 KAFIIR ZIONIS ISRAEL ...........INSYAH ALLAH ........ Karena Tuhan maha pelindung dan maha penguasa akan melindungi orang2 yg selalu mengingatX |
 | Pasti Allah beserta kita...Allahu Akbar |
 | Allahu akbar, jiwaku tak setegar Mba' santi, yang rela meninggalkan semuanya (anak-anak, orang tua, kenyamanan) di Indonesia untuk berjihad |
 | Uwi, Santi, semoga Allah swt selalu melindungi seluruh relawan & kembali dengan selamat.. Amien.. SMPM31 & SMAM11 Rawamangun. |
 | Assalamu'alaikum,,, merinding tubuh ini bergetar hati ini ketika membaca tulisan ini... aku lebih terhenyak ketika membaca tulisan "Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak – betapa pun sedikitnya – menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds"
sungguh hina ketika manusia merasa dibutuhkan oleh Allah Swt. subhanallah walhamdulillah walailahaillah wallahuakbar |
 | Assalamu'alaikum Surat ini beredar cukup luas dan cepat. Menurut saya dikarenakan disebarluaskan oleh baik yang pro membantu Palestina maupun yang “membiarkan” Palestina. Mungkin para pembaca akan terkejut, saya katakan bahwa ada sebagian umat muslim yang “membiarkan” palestina ? Bacalah tulisan pada http://mutiarazuhud.wordpress.com/2010/06/01/dukung-palestina/Bagi yang “membiarkan” palestina tertarik menyebar luaskan dikarenakan judul surat tersebut “Gaza Tidak Membutuhkanmu!” Padahal inti surat itu ada pada kalimat berikut …Gaza tidak membutuhkan aku. Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds…. Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini karena kami ingin Allah memasukkan nama kami ke dalam daftar hamba-hambaNya yang bergerak -betapa pun sedikitnya- menolong agamaNya. Menolong membebaskan Al-Quds. Tepat sekali ungkapan hati, jurnalis kita bahwa “Akulah yang butuh berada di sini, suamiku Dzikrullah-lah yang butuh berada di sini”… Benarlah saudara-saudara muslimku. Kita yang membutuhkan Gaza ! Kita yang membutuhkan saudara-saudara muslim kita di Palestina ! Diriwayatkan hadits dari Abu Hurairah, Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah, kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman. Belum sempurna keimanan kalian hingga kalian saling mencintai……..(HR. Muslim). Ketetapan Allah tentang keadaan di Palestina saat ini, merupakan cobaan bagi kita, umat muslim di tempat lain. Membantu dan Mendukung saudara-saudara muslim kita di Palestina adalah bagian dari penyempurnaan keimanan kita sebagaimana hadits di atas. Sedangkan membiarkan mereka adalah wujud dari cinta dunia. “Barangsiapa menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, maka Kami penuhi balasan pekerjaan-pekerjaannya di dunia dan mereka tidak akan dirugikan sedikitpun. Tetapi di akhirat tidak ada bagi mereka bagian selain neraka. Dan sia-sialah apa-apa yang mereka perbuat di dunia dan batallah apa-apa yang mereka amalkan”. (QS. Hud : 15-16) ”Barang siapa yang menghendaki keuntungan di akhirat akan Kami tambah keuntungan itu baginya dan barang siapa yang menghendaki keuntungan di dunia Kami berikan kepadanya sebagian dari keuntungan dunia dan tidak ada baginya suatu bahagianpun di akhirat” [Asy Syuura:20] “Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kamipun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka; sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa.” (QS. Al An’aam : 44 ) Wassalam Zon di Jonggol http://mutiarazuhud.wordpress.com |
 | Subhanallah .... Alhamdulillah .... Allahu Akbar .... luar biasa...mbak Santi....semoga setiap orang yang membaca, dapat mengerti makna dan tujuan mbak Santi menulis.... |
| |